Jumat, 18 Mei 2012

KEDIAMANMU (!)

Diam tidak selalu membuatmu tampak cool, tidak juga menjadi sebuah cara bijak untuk menunjukkan sisi kekanak- kanakanmu, kali ini, diam itulah yang membuatku berpikir dua kali tentang 'kita' di antara kau dan aku!



Rabu, 16 Mei 2012

SEPENUHNYA PERGI (AKHIRNYA AKU BLOK JUGA) :)

Meskipun aku sudah memilih untuk mengakhiri kebodohanku dan menjauhi godaan untuk terus menguntit duniamu melalui caraku, akhirnya aku memantapkan hati untuk blok facebookmu. Namun satu yang masih tetap menjadi kebodohanku. Aku sadar kalian sudah bersama. Kau sudah menjadi 'kalian' buatku, maka aku menutup mata untuk masih terus membodohi diri dalam bayang-bayangmu melalui dia! Aku sendiri sebenarnya hanya mencoba untuk masih ingin sekedar mengetahui apa dan bagaimana kau dengannya kini. Namun malam ini, kupastikan bahwa aku akan membuka mataku. Meskipun dengan setitik ke tidakrela dan ragu an, aku tekankan pada diriku sendiri bahwa aku tidak bisa terus mempertahankan kebodohan dan kebebalanku. Sebagai perempuan yang sudah cukup lama hidup di dunia gila dan tak terprediksi ini, aku harus belajar untuk sadar sepenuhnya bahwa hidup masih harus terus berlanjut. Meskipun kerap kali kompensasi itu ku berikan, untuk masih mengingatmu atas nama 'proses', namun ku pastikan kini bahwa aku harus mengakui bahwa semua alibi itu harus menjadi sampah yang tak boleh ku simpan. Aku masih punya panggung kehidupan yang berisi babak baru, peran baru, pemeran baru, dan emosi yang juga HARUS baru jika aku ingin panggungku itu tak berdiri untuk dipermalukan! :) Sekarang aku juga harus berani menutup celah kepura-puraan yang ku bangun sendiri. Lebih tegasnya, berani untuk melangkah pergi sepenuhnya dan bukan setengah-setengah berlalu. Aku harus melepas peduliku, pun untuknya, terlebih kamu, bahkan 'kalian' pada akhirnya! Aku harus belajar untuk tidak menggenggam jika aku ingin menerima yang baru, bahkan poin baru yang membolehkan aku untuk tahu bahwa tak perlu menggenggam jika akhirnya tak ingin merasa harus melepas. Proses itu bukan tak sulit, tapi tak jarang juga mudah untuk menyeret secara jahat pada masa lalu. Ikut terseret atau berani menciptakan alur baru meskipun harus terseok adalah pilihan. Semua bisa dilalui ketika itu sudah menuntut kita untuk menghadapinya. Terimakasih untuk telah membuatku belajar ; bahwa dalam hidup, kita tidak perlu (terlalu suka) menggenggam jika kita bukan orang yang suka melepas :") Kemudian belajar melepas untuk menerima berkat yang baru :)




Selasa, 08 Mei 2012

W E A R E F A M I L Y :')

Thanks God...
Menjadi, membentuk dan menemukan sebuah keluarga sama sekali bukanlah hal yang mudah! Maka aku sangat bersyukur ketika boleh menemukan sebuah keluarga baru dalam sebuah pertemuan singkat, bahkan terlalu singkat :')
Thanks buat temen2 di sekolah akting Young's Management. Masih inget banget pas waktu itu baru mulai pertama kalinya masuk kelas sekolah akting 1 April 2012. Aku ngga nyangka bakalan bisa punya ikatan batin yang sekuat ini. Padahal kalo diitung, intensitas tatap muka kita dan frekuensi senggol bacok kita tuh ngga sampe seumur jagung. (Emang akunya aja yang sering bolos karena harus bagi waktu sama kuliah yaa.. hihihi :'D)
Yang bikin aku terkesan sekaligus haru dan penuh syukur, yaitu di kala aku inget beberapa minggu silam, yaitu setelah sekian lama aku menunggu.. *ini bukannya lagu anaknya Bang Haji, ya? hahaha
maksudnya setelah sekian lamanya aku ngga masuk karena UTS ku yang jadwalnya elastis banget sampe melar 3 minggu -__-", trus tiba2 aku harus masuk lagi ke sekolah akting karena harus ngejar nilai juga supaya ngga makin jauh ketinggalan :/ Awalnya ragu2 banget karena aku memprediksikan bahwa aku akan menjadi ALIEN begitu masuk kelas nantinyaa :( secara yaa udah banyak pertemuan aku lewatkan begitu sajaaa huhuu... Singkat cerita, dengan sedikit malas dan segudang ragu, aku langkahkan kaki ke Time's Square Cibubur, Studio Young's dimana aku pernah menginjakkan kaki sebelumnya untuk menimba air, ehh ilmu, akting dan modelling seperti yang terjadwal. Kalo dulu, 1 April 2012, pertama kalinya aku masuk kelas, aku sangat gugup akut tingkat internasional karena masih ngantongin mental yang tiarap belum di scot jump dan push up :D, maka sekarang aku datang dengan mental yang diterpa badai tornado keraguan dan perasaan sangat takut diasingkan. Maka, sungguh mati saudara-saudara, dugaan kebimbangan saya itu kemudian benar-benar terbukti SALAH! Haru menyelimuti kalbu dan bantal kehidupan, huhuhu ternyata teman2 tak ada satupun yang melupakanku. Baru pertama dateng mereka langsung menyapa, bahkan teman yang sebelumnya justru tak ku kenal. Oh, so swiiitt...Thankyou God! :')
Mereka menyambut dengan senyum ramah, ada sih senyum2 tanda tanya, senyum tak kenal, dan senyum "errr, siapa yaa?" (tepatnya ini berasal dari orang2 yang sebelumnya memang belum pernah ketemu sama sekali sebelumnya), tapi aku sangat tak peduli karena jumlah senyum2 itu tak signifikan dibanding senyum "welcoming back, Zipoooo!" ; "How are you?"... huhuhuhuu #seka air mata# :'))
-----------------
Baru saja aku merasakan indahnya masuk ke dalam suatu komunitas hebat dan menakjubkan, dan kini semua harus diakhiri, ujian praktek dan ujian teori lisan seolah mempertegas detik2 perpisahan kita. Poinnya di sini adalah, tiba2 aku merasa berkeberatan untuk berpisah dan mengakhiri pertemuan resmi kita dalam sebuah kelas 'gila' yang mengasah mental dan ability untuk berpura2 (red : ekting) hahahahaaa
Masih inget banget, tiap kita bertingkah dan mengatakan sesuatu, maka satu sama lain dari kita bakal nanya dengan 'tuduhan' manis yang disenandungkan dengan nada nan merdu "Ehhh, tunggu bentaarr, kamu lagi ekting gaa???" Hihihihiii... Abis itu ketawa ngakak to the max 10 oktaf paduan sopran bass ... Ckckckck #nyesek banget ingetnyaa... #Hiikksss kangeennn! :'(
-----------------
Trus tiba2 berasa dijatohin vonis hukuman gantung dengan cara digantung terbalik trus dimutilasi sama pisau mainannya si nobita trus dilempar ke black hole bareng sama musuh power rangers, pas Bunda bilang ujian kita udah selesai semuaa :'((( #nangis darah drakula
Sore itu (6/5) *ini berasa berita kriminal, sebut saja Bunga* hahahhaa :p
Bener2 jadi sore yang mengharu orange (kalo biru takutnya nanti dikira pepsi :D), pasalnya, hari ini bener2 menjadi akhir hari yang dipenuhi oleh tawa kegilaan kita. Ujian praktek yang membuat para cowo kelas ekting itu harus dandan mati2an buat perform sebagai bencong cyiiiieennntdd hahahhaa... sementara para cewe sibuk menjelekkan dan mengucelkan penampilan karena mau ekting jadi orang gila. Masih inget banget pas aku harus ngotorin kostumku pake tanah *jangan tiru adegan ini ;) ; bukannya kenapa2 siih, soalnya abis itu gueeh gatel2 meeen -____-"* maksud hati sih mau tampil maksimal, tapi ternyata caranya ngawur dan ekstrem :p hahaha
Menariknya, detik2 menuju guliran waktu ujian praktek, kita semua bener2 merasuk di kostum yang kita pake, seolah disulap, semua cowo langsung jadi cantik bak barbie *barbie gagal produksi, yang dibikin sama pabrik meledak trus semua pegawai yang bikin, namanya ditetapkan sebagai korban pabrik gagal* hahahahaaa.. swear ya cyiieenttddd, cantik beuudd dehh yeee...
sementara aku sendiri langsung menghayati peran 'freak' nan mempesona itu.. hahaha, berasa jeki chen di film TUXEDO yang langsung sakti tiap abis make kostum andalan itu, bedanya, aku berasa jadi 'sakti' gilanya pas make kostum orang gila itu huahhahaha *ngakak to the max* sampe inget ada yang bilang "serem aahh Zipoo, jangan ekting duluu napaa!" hahahhaaa YESS!! :p
Bener2 ngga tau malu, baru kali ini ujian tapi malah ketawa ketiwi dan jeprat jepret narsis dalam tampilan super duper ngga banget dan dengan tanpa malu #BAHKAN keliaran di pinggir2 jalan Time's Square, ckckckck *seumur2 juga baru kali iniii :D
Setelah ujian selesai, dengan berat hati kita bubarin semua kepalsuan kita sore itu (backsound : Jangan Ada Dusta di Antara Kita, covered by Alvin en the Chipmunks :p) hahaha
Mungkin udah terlanjur merasuk dapet feel nya, jadi ngga pengen lepas kostum (seandainya aku ngga takut gatal2 lebih lanjut, mungkin kostum itu pengen aku pake sampe pulang ke rumah di Jawa Tengah wkakkakaka -___-" (jadi orang gila kok bangga yaah :p )
Nahhh abis ujian, kita semua langsung rame2 makan2, walopun sederhana, tapi itu sudah lebih dari menyentuh! Tanpa ba bi bu dan do re mi fa sol la si do, kita semua segera menyerbu teh kotak + aneka YESS! Ehh salah, maksudnya aneka macam gorengan :D Those totally the sweetest unforgotable memories yang bakal aku inget sampe di alam baka nanti! hahhaa, kali itu kita bener2 ngga lagi ekting kalo kita bahagia! That's totally the real happiness I've ever had in my life! :')
Bersyukur banget pas inget perjuangan kita BERSAMA, tidur dari kontrakan yang satu ke kontrakan yang lain *kadang juga berasa kayak gembel cuma beralas bed superrrr slim n tipis :'), panas2an jalan ke pos ojek langganan, makan rame2 di warteg, menyusuri gang2 sempit sambil seret2 koper semua atribut persiapan casting, menggila + 'norse' bareng di busway, naik turun angkot dan berkali2 nyasar tak tau arah dan tujuan bak butiran debu #halaaah, trus ngerasain ZONK bareng begitu ngeliat tata cara casting yang unik2 dan beda2 :D Yang amazing dari semua ini, ngga ada yang berasa berat! Melainkan hanya ada perasaan enjoy dan bahkan pas selesai pasti nanya "kapan ya bisa kayak gini lagiii?" :')
Sekarang kita bersaudara, walopun kalo diitung sama jari, aku cuma bisa masuk kelas 6X ajaa! tapi aku bener2 punya deep feeling sama temen2 di kelas ini, juga sama Bunda Avinda yang selalu berhasil melancarkan gencatan agresi mental dan selalu sukses bikin kita nangis sambil ketawa dengan kritik2nya yang super sekali! Sering pedes tapi manis :') Thanks Bunda Avin!
Nah, sekarang kita berpisah sementara dulu ya cemaaan2.. So badly miss you guys :') Do hope will see you again A.S.A.P! :'D
Heran banget kalo dibandingin sama kuliah, intensitas ketemu lebih banyak, tiap hari dan bener2 banyak jam tatap muka, tapi ngga tau kenapa rasanya feelingnya ngga lebih dalem dari feeling ke temen2 komunitas di sekolah ekting ini :') jiiaahhahahahah #curcol!
Pokoknya great thanks buat keluarga besar Young's Management! Bunda Avind, temen2 kelas C yang super sekali dan sesuatuh dengan Geng2 Kutu Kupretnya etaaah, Adek2 di kelas ekting A & B, Tante Lena yang selalu cantik kayak barbie dan jadi tempat nanya+konsul soal job, casting, dan syuting, Mba Marni yang selalu manis trus stay di depan buat ngingetin kita buat ngisi daftar presensi en bikin2in surat dispen (Semoga impianmu buat jadi gemuk cepet terkabul ya, Mba, xixixixi :p), trus semua senior yang udah kasih masukan2 jugaa.. GREAT THANKS! Semoga hubungan persaudaraan yang udah kita rajut bersama ini akan semakin terasah indah bak berlian dan tak lekang oleh waktu! Love you all guys, my sistahh en brothaaa :)) Selamat merajut karier dan sukses selalu yaaa :))


Gros Bisous,
Zipora Anastasia :)



GOD BLESS YOU ALL GUYS! :))





Jumat, 13 April 2012

INI YANG SESUNGGUHNYA

Maaf dan Terima Kasih

Errrr...
Tolong bilang ini hanya fiktif belaka,
Tolong teriakkan kalo ini APRIL MOP!
Ngga ada angin, ngga ada orang bagi2 duit,
Tiba2 sebuah kabar sampai juga di telingaku..
Ironisnya, kabar itu menuntut responku, jawabku, dan.... perasaanku.
Hhhhh,,, tolong yaaa... esok aku masih ujian, dan hari ini aku masih harus memfokuskan otakku ini pada bab-bab padat itu.
Bukan tak peduli, justru aku sangat peduli... aku tidak memandang remeh pertanyaan, permintaan, dan pengakuanmu. Karena itu juga aku menulis ini, mungkin ini sebagai tanda bahwa aku mulai merasa tertekan. (baca: stress!) ;)
Maaf, Sobat. Sebelumnya aku masih tak percaya kau tanyakan ini padaku. Aku tak peduli tentang pantas atau tidak, aku hanya masih tak percaya. Sejauh itukah ?
Maaf, sayangnya aku tak mengenalmu, aku tak mempersiapkan hati, pikiran, dan diri ku menuju arah itu. Bukankan itu berarti kita belum sepikir.


Aku berharap ini tidak merusak pertemanan kita sebelumnya.
Aku pun masih bingung dengan perasaanku sendiri. Bagai dikejutkan oleh kedatangan maling di siang bolong.
Maka aku sangat menghargai kebijaksanaan, kebesaran hati, dan kedewasaanmu. Terima kasih banyak untuk masih menjaga pertemanan kita. Walaupun aku tahu mungkin semua tak akan sama lagi. Aku tahu di balik kata “tidak apa-apa”mu, tersimpan hal yang sebenarnya tak ingin ku sadari.
Dan yang sebenarnya, aku juga ingin kau tahu bahwa di balik kata “tidak” dan “maaf”ku, keduanya sama sekali bukanlah merupakan hal yang semudah aku mengatakannya. (Naluri manusia lebayku pun bereaksi secara anarkis kala mengeksekusi dua kata itu dari otak ke rongga mulutku, aku merasa air mataku tertumpah menjadi peluh darah ; aku sama sekali tak tega!)
Boy, ketahuilah, dalam kekecewaanmu saat ini, aku tidak berdiri dan menari di atas dukamu. Aku juga merasakan hal yang sama. Meskipun konteks kesedihan kita berbeda, tapi aku harap kau juga menyadari bahwa ini sama sekali tidak mudah untukku.
Aku mengasihimu sebagai temanku - :)
Aku yakin Tuhan pasti akan memberikan yang jauh lebih baik buatmu..









PULANG PADA RINDU

Ini milikku,
ini ruangku berbagi nafas dan dunia,
ini pallet tintaku,
ya.. ini blogku - Zipora Anastasia
Pun akhirnya aku kembali,
gelaran rindu merintih,
aku pulang ruangku,
aku berbagi,
aku kembali...

*galau memang*  ketika aku mengetahui kamarku tak sekedar dijadikan tempat mampir dan meninggalkan senyum bagi pembacanya...
Aku pernah marah, aku pernah kecewa, kemudian dengan serta merta, kutinggalkan ruang ini - kutinggalkan My Reflection - kamarku - duniaku!
Ini milikku, sudah semestinya hanya akan ada jejak kunjungan, bukan aksi mencomot tanpa ijin dan kau presentasikan di depanku...
Bukankah cukup layak ketika ruang ini menerima semua kawanku, dan aku senang sekali tentu,
ya..mampir! tinggalkan komentar, jejak perhatian, sungguh aku senang dan berterimakasih, Sobat :)
Tapi lain halnya ketika aku tahu kamarku tak sekedar dijamah,
Tidak mungkin aku membiarkan milikku kau bawa pergi dengan diam-diam.
Aku kecewa karena tak mungkin pula aku membiarkan kepunyaanku kau pamerkan sebagai kepunyaanmu. 
Singkat cerita, kemudian aku memutuskan untuk membanting pintu dan pergi dengan segala kekecewaanku.
Tentu aku mengemasi semua 'sisa' karyaku bersama kekecewaan.
Namun itu dulu, mungkin beberapa minggu silam. Pun faktanya aku tak bisa meninggalkan kamar ini kosong terlalu lama. Aku rindu berbagi, aku rindu mendapatkan rasa tenang di sana, aku rindu .. rindu.. dan sungguh rindu. Akal sehat pun mulai menyenggolku, menertawakan emosi banting pintu yang dulu. Kenapa musti pergi? Ini kepunyaanku... ketika ada sesuatu tak berkenan terjadi menimpa, tak seharusnya aku 'hanya' pergi dan berlalu! UP..UP.. UP!! Ini bagian dari pelajaran hidup. Biarlah berlalu apa yang berlalu, mungkin Tuhan memang berkehendak untuk aku belajar ; betapa berharganya hasil usaha. Ketika seseorang mengambilnya dariku bak pencuri, maka aku harus belajar hidup dalam ikhlas dan mengerti. Sehingga suatu hari nanti, aku tidak melakukan hal yang sama - menghargai hasil karya yang lain, dan tidak memindahtangankan status karya tersebut. Terimakasih untukmu, yang telah membuatku belajar, terimakasih untuk pernah berkunjung dan memplagiat :) Ini bukan ironi ataupun sarkasme... tapi dari hati, kuucapkan terima kasih, semoga kau lekas menyadari bahwa apa yang pernah kau buat atas 'My Reflection', tak kau ulang lagi di ruang-ruang yang lain ;)) Keep Spirit! ~(^O^~) (~^O^)~ 



 

THANKFULNESS :)


“Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu” (I Tesalonika 5 : 18 )

Bacaan : 1Tesalonika 5:16-18

THANKFULLNESS
            Joe adalah seorang siswa SD di Amerika yang mengikuti pemilihan tokoh untuk drama sekolahnya. Ia sangat ingin menjadi tokoh utama. Setelah keluar dari ruang audisi, ibunya yang menunggu dengan cemas merasa lega ketika melihat wajah Joe tampak berseri. “Coba Ibu tebak, peran apa yang kudapat?” tanyanya bersemangat. “Mereka memberiku peran untuk menyaksikan pertunjukan, bertepuk tangan dan bersorak-sorai, Bu.” jelasnya dengan senyum lebar.
Jawaban yang cukup mengejutkan. Mungkin kita bertanya-tanya, mengapa Joe bergembira sedangkan peran utama yang diimpikan tak diperolehnya. Adakah alasan untuk bersyukur atas kegagalannya?
Seringkali kita justru berlaku sebaliknya. Kita merasa kecewa, putus asa, bahkan menganggap Tuhan nggak adil saat kemauan kita nggak bisa terpenuhi. Namun hari ini kita bisa belajar dari seorang anak kecil namun berjiwa besar. Obsesinya menjadi tokoh utama, begitu saja dipatahkan karena ia ‘hanya’ diberi kesempatan untuk menjadi penonton. Sungguh jauh dari impiannya!!
Sobat Muda, mungkin memang berat untuk kita menerima kenyataan yang berbeda dengan kehendak kita. Boro-boro bersyukur, yang ada malah kita menyalahkan Bapa dan menganggap Dia ga adil. Padahal apa yang Tuhan berikan pada kita semata-mata berdasarkan kasihNya yang terlampau besar buat kita. Dengan tidak bersyukur atas kegagalan rencana manusia kita, secara tidak langsung kita telah salah dalam mengartikan refleksi kasih sayang seorang Bapa pada anakNya. Karena semua bapa pasti ingin yang terbaik untuk anaknya. Terlebih Bapa kita yang di Sorga. So, nggak mau kan bikin Bapa di surga sedih ato bahkan meneteskan air mataNya karena prasangka buruk kita kepadaNya? Maka mulailah bersyukur atas semua yang Ia berikan pada kita, APAPUN ITU! :)

Mengucap syukurlah setiap waktu, karena semua telah diaturNya sedemikian rupa untuk kebaikan kita

 

(Naskah Asli)  - Dimuat di Renungan Anak Muda (Penerbit ANDI) - Jumat, 2 Desember 2011

Syalom,
Zipora :) 



 

Jumat, 30 Maret 2012

BUTUH ≠ PENGEN ;)

“Tuhan adalah kekuatanku dan perisaiku ; kepada-Nya hatiku percaya. Aku tertolong sebab itu beria-ria hatiku, dan dengan nyanyiaku aku bersyukur kepada-Nya”

(Mazmur 28 : 7) 

Bacaan : Mazmur 28: 1-9

NEEDS or WANTS?

Pernah ngalamin tiba-tiba disamperin orang yang bahkan biasanya nggak pernah nyapa kita? Parahnya, orang tersebut mendatangi kita karena lagi butuh bantuan. Pasti reaksi kita beda-beda. Mungkin ada yang cuek dan bantu gitu aja. Tapi ada juga yang membantu seraya mengomel dalam hati. Apalagi kalo orang tadi emang gitu tabiatnya. Dia baik kalo lagi butuh aja.
Sadar atau tidak, seringkali kita juga memperlakukan Bapa begitu. Kita cuma datang karena butuh sesuatu. Kalo lagi hepi, nyapa Bapa lewat doa ucapan syukur aja lupa! Betapa Malin Kundangnya kita. Durhaka! Padahal, kalo Yesus mau, bisa saja Dia langsung ambil lagi apa yang bikin kita hepi. Tapi ternyata nggak. Ironisnya, sering juga manusia jadi nggak tahu diri. Padahal kita aja sakit hati kalo digituin sama orang lain, yang jelas-jelas dia cuma sebatas teman. Yang hidupnya nggak ditanggung sama kita. Apalagi Bapa yang menanggung sepenuhnya hidup kita!
Mari renungkan, mungkin saking sebelnya, Bapa bisa nyuekin kita. Bodo amat sama hidup kita selanjutnya. Tapi Bapa yang sabar selalu mengulurkan tanganNya. Meskipun anak-anakNya sering datang kalo lagi butuh aja.
So, nggak mau kan jadi anak-anak yang nggak tahu terima kasih? Yang cuma bisa membebani Bapanya ketika bermasalah. Atau lebih suka menyalahkan Bapa kalo ngerasa ada yang nggak beres dalam hidupnya.
Sobat muda, mari datang padaNya setiap saat. Apapun yang kita alami. Baik susah maupun senang. Karena kita datang bukan karena ‘ingin’, tapi ‘butuh’! Kita membutuhkan Bapa dalam setiap langkah hidup dan segala aspek kehidupan. Maka semuanya pasti akan menjadi lebih indah! *zip


Kebutuhan akan campur tanganNya adalah nyawa untuk setiap kehidupan kita

 

-Naskah Asli- Dimuat pada Renungan Anak Muda - Kamis, 29 Maret 2012

Syalom, 

Zipora :)